Senin, 26 Oktober 2020

Belajar Menerima dan Mencintai Warna Kulit Sendiri


Sumber Freepick

Siapa sih perempuan yang gak ingin menjadi cantik, banyak dari perempuan Indonesia ingin tampil cantik, namun sejak bertahun-tahun lamanya perempuan Indonesia menilai standar cantik adalah memiliku kulit putih. Standar kecantikan tersebut tertanam di benak banyak perempuan. Standar tersebut didukung pula oleh aspek lingkungan sosial dan media yang menjadikan semakin kuat, seperti televisi, majalah, dan media sosial yang memperkuat bahwa cantik haruslah memiliki kulit yang putih.



Jumat kemarin, seneng banget dapet kesempatan ikutan Webinar dari BPOM RI yang membahas mengenai STOP KOMETIK BERMERKURI “Akhiri Obsesi Putih dalam Sekejap, Bangga dengan Warna Kulitmu”. dalam Webinar tersebut, masih banyak perempuan Indonesia yang benar-benar terobsesi memiliki warna kulit yang putih, karena dengan memiliki warna kulit yang putih mereka akan terlihat cantik. Dengan standar kecantikan seperti ini sehingga munculah beberapa kosmetik kecantikan yang memberikan janji menjadikan kulit menjadi lebih putih.

 


Dalam pembahasan Webinar kemarin yang di bawai oleh Shafira Umm, aspek lingkungan yang memang menjadikan perempuan Indonesia ingin tampil cantik dengan kulit putih, karena Shafira Umm sendiri yang memiliki warna kulit yang biasa kita sebut exotic, sering mengalami pelecehan verbal akan warna kulitnya, dan Shafira Umm juga menjadi salah satu korban Skin care yang menjanjikan menjadikan warna kulit menjadi lebih putih.


Tidak hanya Shafira Umm, banyak di lingkunganku yang berbondong-bondong tiba-tiba menjadi putih dengan kulit yang terkena paparan sinar matahari menjadi kemerahan. Banyak dari perempuan yang tidak hanya di lingkungan saya menjadi korban dari Skin care yang memberikan janji menjadikan kulit menjadi lebih putih.


Skin care yang biasanya memberikan janji menjadikan kulit putih secara instan ini adalah skin care yang memiliki bahan-bahan yang sangat berbahaya untuk tubuh kita, efeknya tidak akan terasa dalam waktu yang dekat, tapi dengan pemakaian yang jangka panjang dapat mengakibatkan kulit menjadi rusak.


Dalam webinar kemarin kita harus cermat untuk memilih Skin Care terlebih yang dapat memberikan efek putih dalam waktu yang cepat. Skin care ini biasanya tidak memiliki ijin dari BPOM, karena kandungan didalamnya ada merkuri serta harganya yang relatif lebih murah dari pada skin care yang memiliki BPOM.

 


Memilih produk yang bagus bukan soal harga yang murah atau mahal, melainkan kandungan bahan-bahan yang ada didalamnya, jadi sebelum membeli suatu produk kecantikan alahkah baiknya kita lebih teliti untuk cek bahan apa saja yang terkandung didalamnya. Karena bahan-bahan kecantikan sekarang ini sudah banyak di temukan dari bahan-bahan alami.


Jadi jangan salah memilih kulit kita tidak akan menjadi cantik melainkan akan jauh lebih buruk dari pada menjadi cantik. Memakai produk kecantikan bukan suatu larangan tapi lebih teliti dan lebih memahami bahan-bahan kandungan didalamnya itu perlu, serta tidak perlu menjadi terobsesi memiliki kulit yang putih, karena munurn Rayi Ran, perempuan cantik itu bukan dari warna kulitnya melaikan dari Inner Beauty-nya. Inner Beauty tidak akan hilang dimakan waktu.


Jadi kita harus lebih bersyukur dan mencintai warna kulit kita, jika kita terobsesi menjadi putih dan membeli produk yang berbahaya, tidak hanya putih yang kita dapatkan, melainkan kulit kuta menjadi bopeng gak karuan akibat bahan berbahaya yang beredar luas dipasaran. Lebih mencintai warna kulit kita sebagai perempuan Indonesia itu perlu karena warna kulit kita yang sawo matang (warna kulit perempuan indonesia) ini lebih rendah resiko terkena kanker kulit, karena pigmen melanin-nya yang tinggi.


Jadi jangan terlalu terobesi untuk menjadi putih, karena walaupun tidak putih kita juga tetep bisa sukses, tetep bisa menjadi cantik, cantik dengan warna kulit kita sendiri. Serta lebih berhati-hati dalam memili produk, jika membeli suatu produk kecantikan lebih cermat lagi membaca bahan-bahan yang terkandung didalamnya. Lebih mudahnya jika sudah ber-BPOM bisa cek di situsnya apakah sudah terdaftar atau tidak. Semoga artikel ini membatu.

6 komentar:

  1. Suka ngeri lihat cewek kalau mukanya putih tapi badannya enggak, plus putih kebangetan pula. itu skin care yang dipake beneran aman gak sih

    BalasHapus
  2. Bener bangt nih suka sebel kalau orang ngejek warna kulit kita. emang cantik harus putih gtu

    BalasHapus
  3. Kalau belum BPOM tapi bebas merkuri gimana tuh kak, boleh dipake gak?

    BalasHapus
  4. Infonya membantu banget nih, kalau ada acara BPOM kayak gini tuh penting, biar masyarakat itu tahu bahayanya produk yang mengandung merkuri. Dan bair anak muda sekarang itu lebih menghargai warna kulit mreka, gak harus berusaha menjadi Putih dalam waktu yang instan

    BalasHapus
  5. Salsabila Karunia27 Oktober 2020 11.47

    Kapan ya BPOM ngadain acara begini lagi, seru nih ada acara seperti ini, bair masyarakat tuh lebih aware juga

    BalasHapus
  6. Bener banget nih kak ulasannya, emang nih ya banyak banget yang nyinyi kulit kusem lah, dekil lah. kalau putih beeehhh di puji2 cantik lah. Tuh kak yang bikin sebel karna tolak ukur cantik itu ke putih kak

    BalasHapus