Full Time Mommy, Why Not?


Halo semuanya, gimana nih keadaanya pas cuaca begini, semoga semua yang baca keadaanya sehat-sehat semuanya ya, sebenernya random banget pengen nulis ini, aku nilis ini karena merasa bersalah aja sama anak, karena sering merasa mengeluh capek dan lelah ke suami.

Sebenernya gak semua wanita pengen jadi Ibu Rumah Tangga, banyak banget kan wanita yang ingin mengejar karirnya, kebetulan banget aku gak punya cita-cita jadi wanita karir yang bekerja ikut orang, tapi orang tuaku suka kalau anaknya kerja mengenakan seragam dan berdandan rapi, ya gimana lagi Ibuku seorang Kepala Sekolah TK, sudah berpuluhan tahun sepertinya, aku sempet ikut bekerja Ibuku waktu aku memilih resign dari pekerjaanku dan memulai usaha, walaupun usahaku masih acak kadut gak karuan. Sedangkan ayahku salah satu mandor Bongkar Muat di Pelabuhan.

Ayahku mendukung sekali anaknya untuk menjadi pengusaha, hampir 3 tahun aku memilih untuk tidak bekerja dan bermain dengan dunia Internet, yuppp aku menghasilkan beberapa cuan di Internet, walaupun tidak sebanyak bekerja namun aku rasa cukup untuk memuaskan diriku sendiri.


Saat ini aku sudah menikah, dan Suamiku bekerja menjadi Admin di salah satu perusahaan distributor makanan, dan setelah 6 bulan menikah, alhamdulillah aku di karuniai anak Perempuan, saat aku menulis ini, anakku berusia 10 Bulan.

Aku tinggal dengan Orang Tuaku, rumahku dua lantai, jadi aku tinggal di lantai 2 bersama adik laki-lakiku dan Ayah dan Ibuku di bawah, walaupun aku bukan Ibu Rumah Tangga yang baik, aku tidak membuatkan masak untuk suami dan anakku.

Tiap hari aku hanya menghabiskan waktu bermain dengan anakku, kadang aku berusaha ingin dia tidur karena aku sudah lelah dan ingin beraktifitas didepan komputerku, namun anakku enggan tidur, jadi ya sudahlah aku terpaksa bermain lagi dengannya.

Ingin rasanya membiarkan dia bermain sendiri, namun hati tidak kuasa melihat dia bermain sendiri dan merangkak kesana kemari. Karena aku bukan Ibu yang baik anakku tiba-tiba mogok makan, sedangkan anakku tidak minum susu formula, hanya menggantungkan ASI dariku. Mulailah Stress, bingung bagaimana dia yang sebelumnya makannya banyak berubah jadi enggan makan, konsultasilah ke suatu layanan aplikasi dokter, jawabannya sangat tidak memuaskanku. Aku hanya berharap diberikan solusi sebuah vitamin yang dapat aku beli dan diminum anakku agar anakku mau makan.

Sampai saat ini akhirnya anakk susah makan, dan pada usia dia 7 bulan berat badannya menurun karena waktu itu dia diare dan walaupun diarenya gak parah. banyak banget hujatan "Kok kurusan sih anaknya" "kasih susu formula biar gemuk" "makanmu yang banyak, makan sayur biar kualitas ASI-nya bagus".


Ah kata-kata itu kadang menyayat hatiku, wah selama ini 10 bulan aku dirumah bermain dengan anakku ternyata aku gak ngerti tumbuh kembangnya sampai semua memberiku hujatan. Awalnya aku gak peduli akhirnya kebawa suasana dan bingung sendiri karena berat badan anakku gak sebanding dengan anak usianya, anakku mungkin saat ini BB-nya 7.5 kg.

Akhirnya aku membelikan anakku susu UHT untuk usianya, tapi tetep seperti waktu dia bayi, dia gak mau minum susu kalau bukan ASI, dia lebih memilih ASI, sebesar apapun aku berusaha maksa dia makan, dan walaupun dia makan dan minum susu, semuanya jadi tenaga, karena dia begitu aktif, dan sebesar apapun aku makan banyak juga gak ngaruh sama sekali, tetap saja berat badanku segitu saja.


Dari semua ini membuatku berfikir, sepertinya di tahun 2021 ini aku ingin menghabiskan waktuku berasama anakku, membesarkan anakku dengan caraku, dan tidak memperdulikan perkataan orang lain, sebenernya perkataan begitu kadang menyayat hatiku, aku seperti Orang Tua yang gak memperhatikan anak, aku seperti Orang Tua yang gak punya waktu lebih ke anak, dan juga kita tunggu Fase dimana anak mulai ngomong dan berjalan, pasti akan ada nyinyiran bertebaran lagi, walaupun aku sudah berusaha menjadi Full Time Mommy buat Fairuz. Btw nama anakku Fairuz panggilannya Fai atau VV.


Posting Komentar

0 Komentar